Akhir-akhir ini, dunia lebih berisik dari biasanya
Jeritan permintaan tolong di kolong jembatan
Darah dan keringat di kantor terkemuka
Tangis dan doa di sepertiga malam
Akhir-akhir ini, dunia lebih berisik dari biasanya
Lolongan serigala saat rumahnya dibakar
Muntahan ikan berisi plastik
Air mata pepohonan yang rebah ditebang
Akhir-akhir ini, dunia lebih berisik dari biasanya
Demam adik yang tak kunjung reda
Peluh ibu yang tak sempat mengering
Tagihan ayah yang terus menumpuk
Akhir-akhir ini, dunia lebih berisik dari biasanya
Tanah bergetar seolah sedang murka
Langit menghitam menelan siang
Sungai kehilangan nama dan muaranya
Akhir-akhir ini, dunia lebih berisik dari biasanya
Kita saling menyerang
Melempar sejuta iri dan dengki
Sampai dunia lupa bagaimana caranya diam
![[PUISI] Dunia yang Berisik](https://image.idntimes.com/post/20260822/pexels-alfomedeiros-12983241_6748076b-1b59-41b3-a82a-11f5ed30f3b8.jpg)