Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Menyembah Sepi

1 min read
[PUISI] Menyembah Sepi
ilustrasi seorang lelaki di pinggir pantai (magnific.com/bublikhaus)

Ia menenun sunyi menjadi jubah kehidupan
Merajut jarak dari benang-benang ketakutan
Tak dibiarkannya jemari asing menyentuh perasaan
Sebab baginya, kedekatan adalah awal perpisahan

Ia tak lagi menyalakan pelita untuk siapa pun
Tak menantikan langkah yang datang dari kejauhan
Di atas altar kesunyian, ia bersimpuh seorang diri
Melafalkan doa-doa yang tak membutuhkan saksi

Baginya, percakapan hanyalah riuh yang melelahkan
Sedangkan kehadiran adalah kemungkinan kehilangan
Maka ia memilih menjadi pulau di tengah lautan
Indah dipandang, tetapi tak mengizinkan siapa pun berlabuh dan menetap

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.