Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Sidang di Dalam Dada

1 min read
[PUISI] Sidang di Dalam Dada
ilustrasi seorang wanita yang sedang gelisah sambil memegang dada (pexels.com/Anete Lusina)

Hati mengajukan perkara lama
Pikiran menjadi hakim yang kejam
Kenangan dipanggil sebagai saksi
Dan rasa takut berdiri sebagai terdakwa

“Kenapa dulu tak berani pergi?”
“Kenapa tetap tinggal saat terluka?”
Pertanyaan datang tanpa jeda
Tak memberi ruang untuk menjawab

Lalu lelah mengetuk meja sidang
Meminta semua suara berhenti
Tak semua keputusan lahir dari tahu
Kadang manusia hanya berusaha bertahan

Akhirnya perkara ditutup malam itu
Bukan karena semua kesalahan terhapus
Melainkan hati mulai belajar
Bahwa diri sendiri juga pantas dimaafkan

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.