Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Harap yang Datang Terlambat
ilustrasi wanita duduk sendirian (pexels.com/www.kaboompics.com)

Diam-diam aku menaruh harap
Aku ingin kita menua dalam cerita yang sama
Namun sesal lebih dulu memenuhi ruang yang kusisakan
Mungkin bagimu aku hanyalah luka di masa lalu

Aku datang bersama harap
Membawa maaf yang telah lama kehilangan musimnya
Namun waktu rupanya telah memilih arah lain

Sesal tumbuh tanpa sempat kutahan
Mengapa rasa begitu terlambat menghampiri
Ketika sudah ada sosok lain yang menemanimu
Lalu mengapa kau masih menyalakan cahaya di mataku?

Kemudian kau menghilang seperti kabut yang tak sempat kupahami
Cahaya yang sempat kupeluk ternyata hanya singgah
Dan sejak itu
Tak ada lagi jalan yang mempertemukan kita

Kudengar kini kau kembali menggenggam tangan yang lain
Dan saat itulah kusadari,
Penyesalan tak pernah mampu mengembalikan waktu
Ia hanya mengajarkanku bahwa ada musim yang tak bisa diulang

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team