Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Hati, Pikiran, dan Kesepakatan pada Tuhan
ilustrasi tangan terulur (pexels.com/DRIFTCLICK)

September, saat bunga salju turun
'Ia' yang ditemukan terduduk sekarat
Hingga salju putih tergradasi warna marun
Menunduk lesu, berpikir ajalnya telah dekat

'Ia' yang keberadaannya hampir tiada
Menatap kosong dengan penuh air mata
Bersimbah pilu, melankola melanda
Tanpa banyak bicara, hanya satu pinta

"Maafkan," hanya itu ucapnya
"Kenapa?" tanyaku tak banyak kata
Namun tak banyak waktu kita punya
Segera kuambil alih ini cerita

Ku ajukan kesepakatan pada Tuhan
Sebuah negosiasi penuh putus asa
Demi keberadaan kita bertahan
Dengan sebuah tujuan yang rahasia

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team