September, saat bunga salju turun
'Ia' yang ditemukan terduduk sekarat
Hingga salju putih tergradasi warna marun
Menunduk lesu, berpikir ajalnya telah dekat
'Ia' yang keberadaannya hampir tiada
Menatap kosong dengan penuh air mata
Bersimbah pilu, melankola melanda
Tanpa banyak bicara, hanya satu pinta
"Maafkan," hanya itu ucapnya
"Kenapa?" tanyaku tak banyak kata
Namun tak banyak waktu kita punya
Segera kuambil alih ini cerita
Ku ajukan kesepakatan pada Tuhan
Sebuah negosiasi penuh putus asa
Demi keberadaan kita bertahan
Dengan sebuah tujuan yang rahasia
![[PUISI] Hati, Pikiran, dan Kesepakatan pada Tuhan](https://image.idntimes.com/post/20260826/pexels-driftclick-1130220855-31726301_8136aeff-91f7-4d8b-a991-3abea7c2259f.jpg)