Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Hujan dan Luka yang Bertahan
Ilustrasi orang-orang berjalan di kota saat hujan (pexels.com/Alexis B)
  • Puisi ini menggambarkan hujan sebagai simbol kenangan yang datang dan pergi tanpa niat untuk menetap.
  • Penulis menyoroti bagaimana manusia sering terjebak dalam kenangan, menganggap rasa sakit sebagai bentuk kesetiaan.
  • Karya ini menekankan bahwa tidak semua hal yang hadir dalam hidup dimaksudkan untuk bertahan selamanya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hujan hanya singgah,
tapi sering kali
kenangan memilih tinggal

Kita yang terlalu lama
berdiri di bawahnya,
sampai mengira basah adalah bentuk setia

Padahal,
setiap hal yang jatuh
tidak pernah berniat menetap

© Chesamstory

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team