Pernah ada hari ketika senyumnya
Hanya tirai bagi luka yang terbuka
Menjadi kuat demi banyak manusia
Sementara dirinya lupa dijaga

Tangannya sibuk merapikan dunia
Meski hatinya berantakan tanpa suara
Ia memberi tanpa menghitung sisa
Sampai lupa dirinya juga berharga

Kini perlahan ia belajar berkata
Bahwa lelah bukan tanda tak berdaya
Bahwa menangis bukan sebuah cela
Dan pergi bukan selalu berarti kalah

Ia tak lagi mencari rumah di luar
Sebab telah mengenal dirinya dengan benar
Menjadi tempat paling aman untuk pulang
Setelah dunia terlalu sering menyerang