Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Ingin Kucecap Manis

[PUISI] Ingin Kucecap Manis
ilustrasi bunga yang basah (pixabay.com/HelgaKa)

Kulihat diri yang lalu
Seakan tak pernah menyambut hujan yang menyubur
Tak pula merindu mekarnya kuntum

Aku bagai akar yang ingin meresap hujan
Kupinta seruak cahaya
Kusimpan pada rahasia berselimut gelita
Kurangkai pada sunyi berlarut lara
Kubisikkan pada embus kesepian yang merana
'Tuk dibawa pergi bersama kumandang seruan

Kuharap luruhlah kabut jadi embun
Pada ruh lahir gebu
Biar nampak jalan bagiku
'Tuk mencecap manis kembang yang mencandu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Maka Lahirlah Nira
EditorMaka Lahirlah Nira
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Kepada Ibu

28 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Untuk Anakku

[PUISI] Untuk Anakku

27 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Serambi Kosong

[PUISI] Serambi Kosong

26 Feb 2026, 14:47 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction