Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Jam yang Berjalan Mundur

[PUISI] Jam yang Berjalan Mundur
ilustrasi jam pasir (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Di sebuah ruangan sunyi
Jarum jam berdetak ke arah berlawanan
Mengembalikan tawa yang pernah hilang
Dan kata-kata yang tak sempat diucap

Aku melihat diriku yang lebih muda
Dengan mata penuh keyakinan polos
Belum mengenal ragu dan takut
Belum tahu betapa beratnya memilih

Setiap detik terasa seperti hadiah
Meski hanya ilusi sesaat
Aku ingin memeluk waktu itu
Dan berbisik agar ia lebih sabar

Namun jam berhenti mendadak
Mengembalikanku ke hari ini
Meninggalkan satu pelajaran sederhana
Hargai detik sebelum ia pergi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Semanis Madu

03 Apr 2026, 22:08 WIBFiction
[PUISI] Cerita Akhir Maret

[PUISI] Cerita Akhir Maret

03 Apr 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Jedalah Sejenak

[PUISI] Jedalah Sejenak

03 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Rumah Ternyaman

[PUISI] Rumah Ternyaman

03 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sebongkah Es

[PUISI] Sebongkah Es

03 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lahan Basah

[PUISI] Lahan Basah

02 Apr 2026, 22:22 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Pagi

[PUISI] Rahasia Pagi

02 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction