[PUISI] Jam yang Berjalan Mundur

Di sebuah ruangan sunyi
Jarum jam berdetak ke arah berlawanan
Mengembalikan tawa yang pernah hilang
Dan kata-kata yang tak sempat diucap
Aku melihat diriku yang lebih muda
Dengan mata penuh keyakinan polos
Belum mengenal ragu dan takut
Belum tahu betapa beratnya memilih
Setiap detik terasa seperti hadiah
Meski hanya ilusi sesaat
Aku ingin memeluk waktu itu
Dan berbisik agar ia lebih sabar
Namun jam berhenti mendadak
Mengembalikanku ke hari ini
Meninggalkan satu pelajaran sederhana
Hargai detik sebelum ia pergi
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















