Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Jeda yang Kupelihara

[PUISI] Jeda yang Kupelihara
ilustrasi wanita dan hatinya (pexels.com/doci)

Pada jeda-jeda yang tak pernah bicara
aku menyelipkan namamu tanpa suara
Bukan untuk diminta, bukan pula dijaga
cukup menjadi kemungkinan yang kubawa.

Jika suatu hari angin bertanya
ke mana perginya rasa yang tak jadi nyata
biarlah namamu tinggal sebagai kata
yang tak menuntut pulang, tak memaksa cerita.

Sebab mencintai tak selalu bersama
kadang cukup tahu tanpa berharap apa-apa
Kau pernah singgah, lalu memilih reda
menjadi sunyi yang kupeluk dengan lega.

Dan bila dunia kembali menggugat rasa
aku tak lagi sibuk mencari makna
Di antara hilang dan yang tersisa
aku belajar mencintai tanpa memiliki apa-apa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Bara di Balik Senyum

23 Mar 2026, 07:38 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Di Balik Kaca Toko

[PUISI] Di Balik Kaca Toko

17 Mar 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Ilusi Emosi

[PUISI] Ilusi Emosi

17 Mar 2026, 21:07 WIBFiction