Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Rumit Ke Pamit

[PUISI] Rumit Ke Pamit
ilustrasi kabut di hutan (pexels.com/Fariborz MP)

Hentakan dari tamengku
Tulus berdengung di liang rungu
Akal yang sudah lenyap
Hangus, membarakan api perdebatan

Dahulu kita satu tuju
Bukan sekedar bilangan yang dituju
Tapi kini kita beda laju

Daku matahari terbit
Dan kau purnama yang melangit
Pernah menjadi bumi di masa lalu
Sebelum mendingin menjadi abu

Kala kita menyayangi
Bagai lembutnya angin kepada pagi
Kala kita bertempur
Bagai semi dan gugur yang tercampur

Ku beri puisi ini
Kepadamu yang pernah ku miliki
Kepadamu yang pernah ada di nadiku

Kasih yang rumit ini
Cinta yang mematikan ini
Izinkan daku pamit
Demi sebuah ketenangan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Antara Luka dan Tujuan

31 Mar 2026, 11:07 WIBFiction
[PUISI] Bunga Surga

[PUISI] Bunga Surga

29 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Abu Pekat

[PUISI] Abu Pekat

29 Mar 2026, 21:04 WIBFiction
[PUISI] Mencari Damai

[PUISI] Mencari Damai

29 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kalian Bisa Apa?

[PUISI] Kalian Bisa Apa?

28 Mar 2026, 21:44 WIBFiction
[PUISI] Merekam Sumbang

[PUISI] Merekam Sumbang

28 Mar 2026, 20:52 WIBFiction
[PUISI] Kelam

[PUISI] Kelam

28 Mar 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

28 Mar 2026, 05:25 WIBFiction