[PUISI] Singgasana Sunyi

Kursi itu diam di sudut ruang
Menyimpan kenangan yang ditinggalkan
Ia tak bertanya siapa yang datang
Atau siapa yang pergi tanpa teman
Kursi hanya setia menunggu
Menolak lelah tanpa rasa ragu
Jadi tempat singgah di tengah keletihan
Meski menanggung beban tubuh dan pikiran
Di sanalah aku pernah diam menatap senja
Menggenggam rindu yang tak jadi kata
Menyimpan tawa yang kini hampa
Namun, kursi menjadi saksi sunyi
Percakapan yang tak pernah terjadi
Kini ia tetap di tempat yang sama
Berdiri kokoh enggan melawan
Meski orang-orang berganti peran
Kursi tak pernah berpindah rasa
Hanya menua bersama kenangan
Dan menanti hadirnya sapa
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















