Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Janji, Jazz Kelabu, dan Sabtu Itu

[PUISI] Janji, Jazz Kelabu, dan Sabtu Itu
spectrumnews.org
Share Article

Jika kamu tahu apa itu kelabu, mungkin perihal ini lebih mudah. Jika tidak, pergi sana ke lorong-lorong, cari di antara tanda petik, si kelabu.

Entah bagaimana caranya siapa yang perduli.

Aku hanya ingin mencoret-coret ingatanmu sejenak saja, sebentar. Seharusnya, seharusnya hari itu yang kelabu.

Bukan gagak-gagak yang terbang di angkasa.

Juga bukan janji-janji yang melayang tinggi bersama nadamu. Kemudian jatuh bebas sebebas kau marah-marah padaku pada Sabtu itu.

Sejenak aku cek keluar, Sabtu itu kelabu adanya seperti kamu. Terus ia merayap perlahan meracun lantunan jazz di telingaku.

Kemudian aku teringat ada tiga perihal yang kucamkan dalam notes hitamku.

Pertama, jangan sampai kupaksa orang lain meminum racun untuk membunuh diriku.

Kedua, aku tidak ingin menyudutkan dengan tusukan sudut pandang.

Ketiga, aku malu dengan topengku, sebab itu aku harus mencontoh gagak di angkasa.

Seharusnya Sabtu kala itu yang kelabu, menusuk kalbu. Bukan janji-janjiku yang dianggap palsu seperti kasus susu kental manis.

Biduanita jazz ini seolah tak setuju dan melayangkan lengking hitam padaku.

Tapi, jika matahari saja bisa bermuram durja hari itu, apalagi aku. Toh aku cuma bisa menyobek kecil-kecil lembar senduku.

Kemudian kubakar dengan bulu-bulu gagak dan kartu hitam.

Kalau angin saja bisa melolong minta tolong saat itu, bagaimana denganku? Apa aku juga harus menggongong seperti orang tolol?

Sedingin itu kehangatanmu bagiku, paradoks.

Kata-katamu salto seratus delapan puluh derajat seperti akrobat terjerembap. Dan aku yang sudah berekspektasi wah kau minta tertawa?

Mending aku melipat tangan, memutar bola mata, lantas berdecak.

Ah, masa bodoh dengan hidup hari Sabtu itu. Lebih baik aku diam, kembali ke layarku, kemudian menikmati segelas teh kelam favoritku.

Mungkin, nanti kamu juga sadar seberapa dalam aku tenggelam di kelabu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kelvin Antonius
EditorKelvin Antonius

Related Articles

See More

[PUISI] Mendung yang Tak Bisa Dibagi

26 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Masa Usang

[PUISI] Masa Usang

26 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Lemah Tapi Kuat

[PUISI] Lemah Tapi Kuat

25 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Secercah Gelisah

[PUISI] Secercah Gelisah

24 Jun 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Lumbung Kosong

[PUISI] Lumbung Kosong

23 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Menebak Arah Dunia

[PUISI] Menebak Arah Dunia

23 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Batas Nalar

[PUISI] Batas Nalar

22 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Lembaran dan Balon

[PUISI] Lembaran dan Balon

22 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Andai Aku Cantik

[PUISI] Andai Aku Cantik

21 Jun 2026, 07:07 WIBFiction