Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Janji Manis

unsplash.com/_Mxsh_
unsplash.com/_Mxsh_

Ada tawa yang kurindukan 

Saat jemari masih bertautan

Saat hati masih mempersatukan

Saat senja masih mengabadikan

Kisah kita di setiap pertemuan

 

Sebelum kau pergi tanpa permisi

Meninggalkan hati yang awalnya terisi

Memaksanya untuk beradaptasi

Tanpa ada lagi lembaran kisah untuk diisi

Hanya untuk mengejar ambisi

 

Katamu, senyumku lebih indah dari lembayung

Katamu, bersamaku bahagiamu takan pernah terhitung

Janjimu, takkan membuat tawaku murung

Janjimu, berjalan bersisian hingga akhir penghujung

Namun, kau yang pergi tanpa tanggung-tanggung

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
erwanto
Editorerwanto
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Perempuan dan Tubuhnya

10 Jan 2026, 22:36 WIBFiction
ilustrasi buku di reruntuhan gedung

[PUISI] Kata Paling Tabu

09 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi cahaya lilin dan bunga

[PUISI] Pulih dalam Sepi

08 Jan 2026, 15:07 WIBFiction
Ilustrasi sampai jumpa

[PUISI] Sampai Jumpa Besok

08 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi perempuan bersedih

[PUISI] Senandung Rindu

06 Jan 2026, 14:47 WIBFiction
ilustrasi seorang pria

[PUISI] Tetap Berdiri

06 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi seorang wanita yang membuka pintu

[PUISI] Pintu Tahun Baru

05 Jan 2026, 05:15 WIBFiction