Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Jauh untuk Dekat

[PUISI] Jauh untuk Dekat
pexels.com/Francesco Ungaro

Tak ada puisi hari ini

Kata-kata telah dicuri nestapa

Air mata telah kering dimakan bencana

Sampai kapan puisiku menyepi?

 

Tak ada diksi untuk hari ini

Kalimat-kalimat telah dikunci rapat oleh diam

Pertemuan dianggap sebagai dosa

Sampai kapan jarak itu harus dibatasi?

 

Tak ada sebutir beras hari ini

Raga bumiku melemah dipukul oleh ketidakdilan

Berdiam diri menyepi tanpa suara membuat bahasaku hilang

Mungkinkah menyepi itu jalan terbaik?

 

Mari, kita singsingkan lengan baju

Membusungkan dada setiap waktu

Bertegur sapa lewat angin ilmu

Memeluk tasbih pada satu pertiga malam syahdu

Teruslah seperti itu dalam dekapan doa sucimu itu

Meski menyepi, Tuhan itu selalu mendekatimu

 

 

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lena Latipah
EditorLena Latipah
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Rumah Ternyaman

03 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sebongkah Es

[PUISI] Sebongkah Es

03 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lahan Basah

[PUISI] Lahan Basah

02 Apr 2026, 22:22 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Pagi

[PUISI] Rahasia Pagi

02 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction