Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Jurang
ilustrasi berdiri di atas punggung gunung (pexels.com/Andrei Tanase)

Angin datang layaknya pengembara tua,
Membawa karung kenangan
Dilemparkannya ke dasar,
hingga gema nama menjelma

Jurang itu bukan sekadar luka,
Samudra lupa menjadi laut,
Gelombang terkurung batu
Atau mengamuk dalam diam
Bukan yang panjang

Bulan menggantung persis lentera rapuh,
Air mata perak ke bumi
Namun jurang tetap hitam, mengenakan mantel dari bayang-bayang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team