Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Jurang

[PUISI] Jurang
ilustrasi berdiri di atas punggung gunung (pexels.com/Andrei Tanase)
Share Article

Angin datang layaknya pengembara tua,
Membawa karung kenangan
Dilemparkannya ke dasar,
hingga gema nama menjelma

Jurang itu bukan sekadar luka,
Samudra lupa menjadi laut,
Gelombang terkurung batu
Atau mengamuk dalam diam
Bukan yang panjang

Bulan menggantung persis lentera rapuh,
Air mata perak ke bumi
Namun jurang tetap hitam, mengenakan mantel dari bayang-bayang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera

Related Articles

See More

[PUISI] Jurang

18 Jun 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Parade Rasa

[PUISI] Parade Rasa

17 Jun 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Tak Tersentuh

[PUISI] Tak Tersentuh

16 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Segenggam Getar

[PUISI] Segenggam Getar

16 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pergi ke Matahari

[PUISI] Pergi ke Matahari

16 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rindu Tak Bertuan

[PUISI] Rindu Tak Bertuan

15 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Tuntutan Zaman

[PUISI] Tuntutan Zaman

14 Jun 2026, 23:48 WIBFiction
[PUISI] DIa yang menghatui

[PUISI] DIa yang menghatui

14 Jun 2026, 21:07 WIBFiction