Parade awan menebal di atas kepalaku
Kala aku menenun hari dari laju bus biru
Kabar-kabar ramai namun ringan berlalu
Memecah kendali tuk fokus bagai palu
Suatu hari lamunanku terpecah oleh massa yang menunggu
Di bawah payung paling teguh walau cinta dibelenggu
Aku duduk dan melihat sekitar dan menyadari pilu sudah berevolusi menjadi virus
Yang menyebar dan menggerogoti mereka yang tak tahu malu.
Berpuluh lagu, buku dan orasi yang tanpa surut
Perlahan menyadarkan dunia akan luka yang paksa digerus
Namun tak juga luntur malah semangat keadilan yang bersemi sekebun
Bertumbuh lebat dan menghidupi setiap asa yang diderai ragu dan takut
Ratusan raga yang bertanya dalam rindu
Membakar setiap jari di ujung pelatuk
Yang suatu saat pasti kan mengaku
Di setiap ujung nyawa berpindah tuju
Kabar hari ini, berita lama dari kampus
Yang akan selalu diingat sebagai mata pelajaran hidup
![[PUISI] Kabar Mereka](https://image.idntimes.com/post/20260625/raining-contract-digital-splashed-drawing-1_7769e503-13fd-4897-ad43-d8cb28fd249e.jpg)