Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Ketika Harapan Masih Bernapas
Ilustrasi pria berdiri sendirian (pexels.com/Ferdous Hasan)

Ada hari-hari
ketika langkah terasa berat,
ketika dunia seakan lupa
memberi ruang untuk bernapas.

Ada malam-malam
saat doa hanya berupa air mata,
jatuh diam-diam
tanpa sempat diucapkan.

Namun harapan
selalu punya cara untuk hidup—
kecil,
tapi tak pernah benar-benar padam.

Ia tumbuh
dari sabar yang tak terlihat,
dari hati yang berkali-kali retak
namun memilih utuh kembali.

Dan aku percaya,
setelah gelap yang panjang,
akan ada pagi
yang datang membawa terang.

Sebab tak selamanya luka tinggal,
tak selamanya badai menetap.
Pada waktunya,
langit pun belajar cerah kembali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team