Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Kopi Dingin

[PUISI] Kopi Dingin
ilustrasi kopi (pexels.com/Engin Akyurt)

Menyisakan aroma menguar
Beradu angin malam beranjak
Sedang gemintang menatap bersemarak
Di bawah langit metropolis

Secangkir kopi yang dingin
Dengan seluruhnya tak beraturan
Apakah Bumi sedang bengis?
Membatasi langkah sang perintis

Kadang, realitas tampak kejam
Dengan kejutan menghunjam
Menyisakan remuk redam
Dengan permainan takdir tak beraturan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Ruang yang Dirampas

16 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Ritmeku Sendiri

[PUISI] Ritmeku Sendiri

15 Apr 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Asing

[PUISI] Asing

12 Apr 2026, 05:04 WIBFiction