Aku pulang saat senja mulai menurunkan cahaya
Menyusuri jalan lama yang pernah terasa begitu akrab adanya
Langkah demi langkah membawaku pada halaman yang sama
Namun, entah mengapa, semuanya terasa berbeda
Pohon tua masih berdiri menjaga sudut rumah
Seolah setia menyimpan cerita yang pernah singgah
Dinding-dinding itu tetap kokoh seperti dulu kala
Tetapi kehangatan yang kukenal tak lagi sepenuhnya ada
Satu kursi di meja makan masih berada di tempatnya
Diam memandangi ruang yang kehilangan pemilik cerita
Jam dinding berdetak lebih nyaring dari biasanya
Mengisi sunyi yang kini menjadi penghuni setia
Aku menyadari bahwa waktu tak pernah benar-benar menunggu
Membawa pergi sebagian tawa yang dulu tumbuh
Rumah ini tetap menjadi tempatku untuk kembali berteduh
Namun, tak lagi sama seperti yang kukenal dahulu
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Kursi yang Tak Lagi Terisi
ilustrasi seseorang duduk di kursi sendirian dan kesepian (pexels.com/MART PRODUCTION)
Take a Deeper Read
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [PUISI] Hormat yang Sekarat15 Jun 2026, 05:04 WIB
- [PUISI] Sepasang Bunga Lebih Dulu Layu sebelum Aku Bermekaran14 Jun 2026, 05:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Patah Tak Menghentikan Arah06 Nov 2026, 17:07 WIB
[PUISI] Tentang Bunga yang Ingin Dirawat06 Nov 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Tata Krama06 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Kehidupan Terkurung Plastik05 Nov 2026, 20:52 WIB
[PUISI] Barangkali Hanya Mimpi05 Nov 2026, 18:47 WIB
[PUISI] Jejak Air Mata05 Nov 2026, 11:16 WIB
[PUISI] Cinta yang Berlari Tanpa Sepatu05 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Sepasang Mata yang Kian Mencari04 Nov 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Bintang Keberuntungan04 Nov 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Akhir Pekan Bersamamu04 Nov 2026, 14:47 WIB
[PUISI] Abu Ketamakan04 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Kisah Hati yang Terluka03 Nov 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Selamat Tidur, Kenangan03 Nov 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Sahabat yang Selalu Ada03 Nov 2026, 09:07 WIB
[PUISI] Selayaknya Tangan Angkasa03 Nov 2026, 08:25 WIB
[PUISI] Malam Biru03 Nov 2026, 08:08 WIB
[PUISI] Nyanyian Bimbang Penyair Miskin03 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Ruang yang Tak Perlu Didatangi02 Nov 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Tangan Penyambut Waktu02 Nov 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Negeri yang Sibuk Mengukur Bahagia02 Nov 2026, 15:07 WIB