Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Langit Sengaja Mendung
ilustrasi perempuan tegar di bawah langit mendung (pexels.com/Lena Koroleva)

Langit sengaja mendung hari ini
Menatapku yang enggan lari dari sepi
Ia membiarkan angin membelai helai rambutku
Membawa pergi sisa ragu yang membeku

Aku berdiri, membiarkan dingin menyentuh kulit
Merayakan luka yang sengaja kubuat pahit
Tak perlu berpura-pura tegar di depan orang
Di bawah abu-abu ini, aku akhirnya tenang

Sebab, dunia tidak selalu harus tampak benderang
Terkadang kita perlu gelap agar hati berhenti melayang
Biarkan mendung menetap menjadi saksi bisu
Tentang aku yang sedang berdamai dengan masa lalu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team