Pagi datang seperti biasa,
namun langit tampak berbeda.
Tak ada biru yang menyapa,
hanya kelabu yang bercerita.
Entah sejak kapan
warnanya perlahan memudar,
seolah lelah
menanggung terlalu banyak awan.
Aku menatapnya lama,
lalu menyadari satu hal
Barangkali bukan langit
yang lupa berwarna,
melainkan hati
yang terlalu lama kehilangan cahaya.
Namun aku percaya,
tak ada kelabu
yang menetap selamanya.
Sebab setelah hujan berlalu,
langit selalu menemukan
caranya untuk kembali berwarna.
![[PUISI] Langit yang Lupa Berwarna](https://image.idntimes.com/post/20260707/1000124323_90590009-b993-47fd-a0b2-27820fea416c.jpg)