Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Langit yang Lupa Berwarna
Ilustrasi langit (pexels.com/Nothing Ahead)

Pagi datang seperti biasa,

namun langit tampak berbeda.

Tak ada biru yang menyapa,

hanya kelabu yang bercerita.

Entah sejak kapan

warnanya perlahan memudar,

seolah lelah

menanggung terlalu banyak awan.

Aku menatapnya lama,

lalu menyadari satu hal

Barangkali bukan langit

yang lupa berwarna,

melainkan hati

yang terlalu lama kehilangan cahaya.

Namun aku percaya,

tak ada kelabu

yang menetap selamanya.

Sebab setelah hujan berlalu,

langit selalu menemukan

caranya untuk kembali berwarna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team