Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Lautan Maaf

[PUISI] Lautan Maaf
ilustrasi kata maaf (pexels.com/Brett Jordan)

Kita tercipta sebagai seorang manusia
Bukan makhluk tanpa cela
Kadang khilaf bertandang
Tanpa sengaja melawan aturan

Gemerlap fana kerap menyilaukan mata
Tanpa sadar terucap kata dusta
Berdiri pongah melawan semesta
Merasa paling berjaya

Lapangkan hati tanpa batas
Setiap orang pasti pernah khilaf
Jangan biarkan dendam semakin beringas
Redam dengan lautan maaf

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mutiatuz Zahro
EditorMutiatuz Zahro
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Antara Redup dan Hidup

02 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bunga Surga

[PUISI] Bunga Surga

29 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Abu Pekat

[PUISI] Abu Pekat

29 Mar 2026, 21:04 WIBFiction