Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Lentera di Dalam Dada
ilustrasi lentera lampu di atas meja (pexels.com/Ahmed Aqtai)

Ramadan menyalakan lentera kecil
Bukan di langit, tapi di dada
Cahayanya tidak menyilaukan
Namun cukup menuntun langkah

Lapar menjadi guru yang sabar
Mengajarkan arti cukup
Haus menyentuh tenggorokan
Agar doa terasa utuh

Siang berjalan perlahan
Seperti tasbih yang dihitung sunyi
Setiap detik menajamkan niat
Menempa hati yang goyah

Saat azan mekar di udara
Lentera itu makin terang
Keteguhan tak lagi kata-kata
Melainkan cahaya yang tinggal

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team