tak paham
semua yang terpahat
di wajah dan perangaiku

apa akibat kenistaanku?
atau kutukan dari Sembahanku?

rekah bibirku yang kurang menawan
riangku dipandang berlebihan
tangis tertuduh lakonan

apakah aku patut diam bak kayu?
lalu kupersilakan kau pahat aku

sehendakmu, sesukamu

sekalipun sakit tergores jua tercungkil
aku berujar dari terdalam

"..."
tidak ada