Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Manusia Fana di Atas Semesta

[PUISI] Manusia Fana di Atas Semesta
ilustrasi menatap pemandangan (unsplash.com/Anthony ori)
Share Article

Menyunggingkan seutas senyuman berhias kemenangan
Berjalan gontai dengan nada pongah
Watak culas dibiarkan tumbuh beringas
Tak sedikit pun diwarnai ekspresi cemas

Semesta ingin menolak dengan segala upaya
Kehadiran manusia karena sungguh tak tahu diuntung
Bertindak tanpa memperhatikan norma tatanan
Ingatan tentang syukur sudah lama menghilang

Jika mampu bersuara dengan lantang
Sudah tentu mengutuk bernada teriakan
Mengusir manusia tak tahu di untung dengan ekspresi murka
Tak mengizinkan ia datang dan berbuat sesukanya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More

[PUISI] Cinta di Atas Kebingungan

23 Mei 2026, 16:07 WIBFiction
[PUISI] Aku Tidak Peduli

[PUISI] Aku Tidak Peduli

23 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Lubang

[PUISI] Lubang

23 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Membeku

[PUISI] Membeku

21 Mei 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Mutiara Kusam

[PUISI] Mutiara Kusam

21 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PROSA] Langit

[PROSA] Langit

20 Mei 2026, 20:22 WIBFiction
[PUISI] Sajak Rindu

[PUISI] Sajak Rindu

20 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Euforia Lawas

[PUISI] Euforia Lawas

19 Mei 2026, 15:07 WIBFiction