Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Matinya Nurani

[PUISI] Matinya Nurani
ilustrasi mengontrol amarah (pexels.com/cottonbro studio)
Share Article

Nurani kini telah mati
Diganti oleh keegoisan yang terangkat tinggi
Kepada siapa rakyat berlindung dan mengadu?
Mana mungkin kepada penguasa itu, ah, omong kosong belaka

Di kota-kota dan desa-desa
Suara nurani diperas dari relung terdalam
Namun, ditindas oleh angkuh kekuasaan
Yang hanya mengejar keuntungan dan pangkat yang megah

Rakyat dibelenggu oleh rasa takut
Dihantui oleh bayangan ketidakadilan
Takut berbicara, takut bergerak

Pengkhianatan terbungkus dalam senyum manis
Janji-janji palsu yang hanya jadi beban
Rakyat menangis di pinggir jalan
Nurani kita dikebiri oleh kepentingan sempit

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More

[PUISI] Dekat yang Begitu Membentang

27 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Jubah Prasangka

[PUISI] Jubah Prasangka

27 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Tentang Mimpi

[PUISI] Tentang Mimpi

26 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tolak Ukur

[PUISI] Tolak Ukur

25 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Perihal Ibu

[PUISI] Perihal Ibu

25 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Gambaran Masa Lalu

[PUISI] Gambaran Masa Lalu

24 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pisau Permata

[PUISI] Pisau Permata

24 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Aku Tidak Peduli

[PUISI] Aku Tidak Peduli

23 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Lubang

[PUISI] Lubang

23 Mei 2026, 05:04 WIBFiction