Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Membangun dari Sisa Reruntuhan
ilustrasi pria yang sedang sendirian (pexels.com/Atahan Demir)
  • Puisi menggambarkan kondisi setelah perjuangan yang menyisakan debu, tangisan, dan reruntuhan.
  • Tokoh lirik mengumpulkan puing-puing bukan untuk mengembalikan masa lalu, melainkan menemukan tujuan baru.
  • Meski terluka dan tanpa rumah dari takdir, tokoh memilih membangun jalan sendiri dengan tenaga yang tersisa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tak banyak yang tersisa
Hasil perjuangan penuh tekad
Hanya tersisa debu di antara kaki
Dikelilingi tangisan dan reruntuhan

Kupungut puing itu satu demi satu
Pecahan dari hari yang runtuh
Bukan untuk mengulang bentuk lama
Melainkan mencari tujuan yang baru

Tangan ini masih penuh luka
Menata batu tanpa banyak bicara
Sebab sesuatu yang pernah hancur
Tak selalu harus dikuburkan selamanya

Aku akan membangun dari reruntuhan
Dengan sisa tenaga yang masih ada
Jika takdir belum memberiku rumah
Maka akan kubangun jalanku sendiri

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team