Tanah menerima segala yang jatuh
Daun yang gugur dan hujan yang terlambat
Juga jejak-jejak yang meninggalkan luka
Tanpa pernah menyalahkan siapa pun

Lalu langit menurunkan kelabunya
Perlahan menyentuh tubuh yang kelelahan
Seakan dari sisa yang tampak seperti akhir
Masih ada kehidupan yang hendak dipulihkan

Betapa aneh kita menyebutnya murka
Saat Bumi berkali-kali memberi kembali
Yang direnggut dari hijau dan teduhnya
Meski tangan kita tak selalu menjaganya

Mungkin begitulah tanah memaafkan
Menyimpan luka tanpa mengubur kehidupan
Dari segala yang kita tinggalkan
Tumbuh kembali harapan untuk pulang