Ada seorang lelaki
Yang selalu menenteng kamera kesayangannya
Mengalungkannya di leher
Seolah benda paling berharga yang ia punya
 
Ia selalu tahu apa yang layak diabadikan
Menangkap cahaya, sudut, dan momen yang terlewat
Membidik hal-hal sederhana dengan caranya
Lalu membuat yang biasa tampak istimewa
 
Sementara dari kejauhan, aku diam-diam memandangnya
Menyimpan sosoknya di antara ingatan yang tak pernah kubagi
Jika ia selalu sibuk mencari keindahan di sekelilingnya
Bagiku, keindahan itu justru berjalan bersamanya
 
Kadang aku ingin menjadi satu dari sekian banyak yang ia abadikan
Menjadi sesuatu yang membuatnya berhenti sejenak
Lalu ia bidik, ia lihat kembali, dan tersenyum
Sebelum namaku tersimpan di folder favoritnya