Sang pasak bumi berdiri gagah membisu
Mentari tampak malu di balik awan
Semilir angin memeluk pundakku yang lesu
Menyapu sisa-sisa lara yang tertahan

Kabut hadir membungkus perlahan
Mendekap jiwa dalam kesamaran
Semak pepohonan berbisik lirih
Rayu hati untuk berhenti merintih

Di puncak dingin, misteri tersimpan
Tentang rindu yang membeku dalam sepi
Meski tanya dibungkam kedinginan
Suara detak jantung menemani diri

Kini, tinggallah aku sendirian
Merenung dalam balutan keteduhan
Di antara bumi, langit, dan ketidakpastian
Berharap damai menemukan jalan