Kata datang dari banyak arah
Sebagian tajam tanpa alasan
Sebagian tulus tetapi terdengar keras
Aku belajar untuk menerima semuanya
Ada yang perlu kupikirkan pelan
Ada yang cukup kulepas sebelum tinggal
Tidak setiap kritik adalah serangan
Tidak setiap suara pantas kutakuti
Dada yang dulu mudah terbakar
Kini belajar untuk mengenali batas
Aku menerima tanpa merendahkan diri
Terkadang menolak tanpa menyimpan benci
Aku tidak ingin kebal terhadap rasa
Aku hanya ingin terus maju
Menerima tanpa terluka
Melangkah tanpa membawa dendam
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Menerima Tanpa Terluka
![[PUISI] Menerima Tanpa Terluka](https://image.idntimes.com/post/20240119/pexels-yan-krukau-7640484-f96a2f31398211c36c1d614d2c908814-f01d4d0fdce52a4fec78295d6f1668a5.jpg)
ilustrasi pria yang bekerja sendirian (pexels.com/Yan Krukau)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us