Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Mengais Ironi

[PUISI] Mengais Ironi
ilustrasi perempuan sedih (pexels.com/Pixabay)
Share Article

Seperti lampu usang di langit kusam
Cahayanya pucat
Enggan menyentuh bumi
Entah terlalu sering berpura-pura cerah

Memunguti sisa tawa
Yang jatuh dari bibir-bibir munafik
Menciumnya seperti koin karatan
Menyimpan di saku luka

Betapa dunia ini pasar sandiwara,
Nestapa dipercantik bedak bahagia
Air mata disulap menjadi pesta
Angin berbisik dengan lidah bercabang

Mengantar kabar separuh benar
Separuh lagi racun
Kebenaran berdiri telanjang
Di tengah alun-alun angkuh
Dirajam sorak-sorai yang mengaku suci.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura

Related Articles

See More

[PUISI] Kompas yang Patah

05 Jun 2026, 09:07 WIBFiction
[PUISI] Tak Pernah Usang

[PUISI] Tak Pernah Usang

04 Jun 2026, 16:57 WIBFiction
[PUISI] Sisi Gelap Senja

[PUISI] Sisi Gelap Senja

04 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Balikpapan Baru

[PUISI] Balikpapan Baru

03 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Komuni Jiwa

[PUISI] Komuni Jiwa

03 Jun 2026, 09:08 WIBFiction
[PUISI] Negara Hadir

[PUISI] Negara Hadir

03 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Jingga Selamanya

[PUISI] Jingga Selamanya

01 Jun 2026, 19:38 WIBFiction