Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Mengais Sisa Sukma

[PUISI] Mengais Sisa Sukma
Pria sedang merenung (Unsplash/pcess609)

Saat embun berubah menjadi tetes air yang terjatuh ke sela-sela jendela
Aku duduk termenung sambil membaca pesan yang kau kirim semalam
Perang sudah hati ini perihal kegonjang-ganjingan perasaan
Membuat segala sesuatu menumpuk di atas pikiran
Rindu bagaikan pualam yang menghantam seluruh badan
Mengutuki rasa sesal yang kian terus berjalan

Kenapa aku tidak bisa menemukan kunci untuk membuka hati?
Lantaran seorang perempuan sudah bersedia menerima kekurangan diri ini
Mengais-ngais sisa sukma dengan penuh rasa renjana
Namun apa daya,hal itu hanyalah sia-sia

Kini perempuan itu hanya bisa tersenyum tulus
Meskipun sang pria selalu bersikap ketus 
Ketabahan hatinya membuat sang pria merasa bersalah
Meskipun hatinya tidak bisa menerima sepenuhnya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Surat Cinta dari Bulan Februari

24 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hati

[PUISI] Kepada Hati

22 Feb 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Asa Tersisa

[PUISI] Asa Tersisa

22 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Buat Apa Bersuara?

[PUISI] Buat Apa Bersuara?

22 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Cangkir Biru

[PUISI] Cangkir Biru

20 Feb 2026, 13:48 WIBFiction