sore berkumandang di pelupuk jingga
kawanan burung beterbangan
rendah, menuju sarang
hanya mereka yang paham jalan pulang
padamlah cahaya
fana kian nyata
langit diselimuti noda hitam
yang tak luntur dengan cacian
bagi jiwa yang lebam
kegelapan membuat mereka bertekuk lutut
bagi hati yang benderang
panggung tepat membaca sunyi
perlahan,
dinding-dinding pekat itu
mulai terkoyak
digerogoti cahaya
lantas kenapa aku begitu pengecut?
meski tahu semua di kendali waktu
seolah tak pernah melipir,
semua rasa takut
![[PUISI] Mengaku Pengecut pada Waktu](https://image.idntimes.com/post/20260926/pexels-denis-larzul-299517315-18797654_c7f6bf96-0a14-4a70-a39e-d1937e26d333.jpg)