Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Mengetuk Empati

[PUISI] Mengetuk Empati
ilustrasi dua tangan (pexels.com/Juan Pablo Serrano Arenas)

Untuk dunia yang jauh dari sisi ideal
Seorang anak kecil dengan pakaian kumal
Tatapan sayu menghunus tepat di kalbu
Tanpa raungan tangis menderu-deru

Seharusnya cukup untuk mengetuk empati
Mencari belas kasih yang teramat murni
Tanyakan apakah hati sudah mati
Akan menjadi sebuah cerita ironi

Manusia tumbuh dalam kesenangan tak terbatas
Membiarkan hati penuh beringas
Makanan pikiran memang sudah jelas
Empati barangkali terlanjur kandas

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mutiatuz Zahro
EditorMutiatuz Zahro
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Buku Tua di Sudut Ruangan

09 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Bayang Tanpa Nama

[PUISI] Bayang Tanpa Nama

09 Apr 2026, 19:48 WIBFiction
[PUISI] Perjalanan Lara

[PUISI] Perjalanan Lara

09 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Asal Bapak Senang

[PUISI] Asal Bapak Senang

06 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rindu Rumah

[PUISI] Rindu Rumah

05 Apr 2026, 05:04 WIBFiction