Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Mengetuk Ruang Rindu

[PUISI] Mengetuk Ruang Rindu
ilustrasi rindu seseorang (pexels.com/Ron Lach)

Tujuh tahun lamanya, setelah kata perpisahan itu terucap

Kuberanikan diri ini,

untuk pertama kalinya

Melafazkan namamu kembali


Kau tahu, ini yang paling kubenci

Berpura tak berkenal

Ataukah berpura seolah menjadi lawan

Padahal ada perasaan yang tidak pernah terselesaikan


Perasaan yang hingga kini terus meronta dalam jiwa

Muncul tatkala jemariku diam,

mataku merenung,

pikiranku kosong,

Seolah semesta tak ingin bekerja sama denganku


Akhirnya, kuketuk kembali ruang rindu milikmu

Ruangan yang selalu kukunci rapat dalam diamku

Karena kutahu, diriku tidak sanggup membukanya

Sebab semuanya hanya berisikan tentangmu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indiana Malia
EditorIndiana Malia

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Euforia Lawas

19 Mei 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Timeless

[PUISI] Timeless

19 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Mendekap Ego

[PUISI] Mendekap Ego

18 Mei 2026, 14:07 WIBFiction
[PUISI] Permata Pudar

[PUISI] Permata Pudar

18 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Mimpi

[PUISI] Merayakan Mimpi

17 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Esok Tanpamu

[PUISI] Esok Tanpamu

17 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bawa Aku Pergi

[PUISI] Bawa Aku Pergi

15 Mei 2026, 21:08 WIBFiction
[PUISI] Di Mana Suamiku?

[PUISI] Di Mana Suamiku?

15 Mei 2026, 05:04 WIBFiction