Membabati api yang protes
Nostalgia mengerjap
Nuansanya perih
Jalan asmara meliuk tajam
Buntu di rongga cinta
Menyeruak bongkahan memori
Mengukir baja di ujung senjata
Menahan perpisahan
Wanita berlindung di bawah cahaya
Kedua tangan menyatu dengan warnanya
Gulita diselimuti letupan
Mengeja temaram
Mahkota dusta tersadar
Melucuti lisan dengan geragas
Itukah asmara?
Nodanya terlihat suci
Memudarnya aksara
Putihnya telah usai
Senja pulang kemarin
Saat hati menyingkirkannya
![[PUISI] Menjaga Letupan yang Mengeja Rasa](https://image.idntimes.com/post/20260708/pexels-edgarcolomba-2240263_1c96858b-4a61-49d4-be8c-10616e5d9e2d.jpg)