Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Menjaga Letupan yang Mengeja Rasa
Ilustrasi letupan yang bercahaya (pexels/Edgar Colomba)

Membabati api yang protes

Nostalgia mengerjap

Nuansanya perih

Jalan asmara meliuk tajam

Buntu di rongga cinta

Menyeruak bongkahan memori

Mengukir baja di ujung senjata

Menahan perpisahan

Wanita berlindung di bawah cahaya

Kedua tangan menyatu dengan warnanya

Gulita diselimuti letupan

Mengeja temaram

Mahkota dusta tersadar

Melucuti lisan dengan geragas

Itukah asmara?

Nodanya terlihat suci

Memudarnya aksara

Putihnya telah usai

Senja pulang kemarin

Saat hati menyingkirkannya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team