Biar saja riak ombak gemuruh
Suara angin berlomba mengacau
Riuh hujan menawarkan gelisah
Bisikan nafsu tak mengizinkan pasrah
Mari tetap berdiri di atas kaki
Menikmati harmoni semesta tanpa goyah
Manusia tanpa banyak bertingkah
Sedang meramu tenang
Sang bengis memilih menepi
Makhluk berencana fana nelangsa
Sang manipulatif tertunduk segan
Manusia tenang tak akan tumbang
Terhasut manipulasi dan permainan
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Meramu Tenang
ilustrasi berdoa (pexels.com/Thirdman)
Take a Deeper Read
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [PUISI] Menembus Badai 13 Jul 2025, 12:43 WIB
- [PUISI] Lorong Waktu yang Retak11 Jul 2025, 05:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Jejak Air Mata05 Nov 2026, 11:16 WIB
[PUISI] Cinta yang Berlari Tanpa Sepatu05 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Sepasang Mata yang Kian Mencari04 Nov 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Bintang Keberuntungan04 Nov 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Akhir Pekan Bersamamu04 Nov 2026, 14:47 WIB
[PUISI] Abu Ketamakan04 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Kisah Hati yang Terluka03 Nov 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Selamat Tidur, Kenangan03 Nov 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Sahabat yang Selalu Ada03 Nov 2026, 09:07 WIB
[PUISI] Selayaknya Tangan Angkasa03 Nov 2026, 08:25 WIB
[PUISI] Malam Biru03 Nov 2026, 08:08 WIB
[PUISI] Nyanyian Bimbang Penyair Miskin03 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Ruang yang Tak Perlu Didatangi02 Nov 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Tangan Penyambut Waktu02 Nov 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Negeri yang Sibuk Mengukur Bahagia02 Nov 2026, 15:07 WIB
[PUISI] Demokrasi Telah Mati, Kita yang Membunuhnya02 Nov 2026, 14:48 WIB
[PUISI] Ruang untuk Merindu02 Nov 2026, 10:48 WIB
[PUISI] Cinta yang Revolusioner02 Nov 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Tiada Guna02 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Ku Eja Namamu01 Nov 2026, 21:07 WIB