Malam mendekap, membungkus duka
Nyala lilin menari dalam remang
Diri membisu di balik bayang
Menghitung waktu kian melayang
Tiada riuh, tiada suara tawa
Detik berdetak, memahat raga
Diri bersulang bersama bayang
Ditemani sepi, sang tamu setia
Menelan pahit kenangan usang
Riuh doa bergema tangis
Mengalir hanyut di tirai gerimis
Diri menggenggam sejuta asa
Biar melarung bersama semesta
Diri merangkul bayang semu
Tumbuh sendiri memeluk hening
Biarlah detik terus melaju
Lara luruh, perlahan menghilang
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Merayakan Sepi
![[PUISI] Merayakan Sepi](https://image.idntimes.com/post/20260123/istockphoto-1070933786-612x612_ca6295ad-ead3-4364-991e-a1088fa11d67.jpg)
Ilustrasi gambar merayakan ulang tahun (istockphoto.com/Chalffy)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorNabila Inaya
Follow Us