Wahai rintik senja
Wahai senda gurauku
Kemarilah, menari ikuti alunan hujan
Buanglah rasa sesak dan marah
Pelan-pelan dirimu dingin
Menenangkan nafsu di dada
Lalu, menghela nafas sambil menerima semesta
Alam itu modal keabadian
Tenangkan dirimu
Semua keputusan ada pada nafasmu
![[PUISI] Nafas Penentu](https://image.idntimes.com/post/20220921/fromandroid-ca1e212f265814142e8669daf55208ed.jpg)