Ini perihal tentang rumah
Yang tak lagi menjadi tempat singgah
Hilang sudah sapaan ramah
Kini isinya hanyalah amarah
Dan aku mencoba untuk tetap semringah
Tak ada lagi kata pulang
Kini semuanya seakan menghilang
Melenyapkan semua kasih sayang
Bahkan pelukan penenang
Kini ku terpaku seorang diri
Berharap akan ada yang peduli
Nyatanya hanyalah sepi yang kudapati
Namun tak apa, setidaknya masih ada yang bisa kunikmati
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Perihal Rumah
![[PUISI] Perihal Rumah](https://image.idntimes.com/post/20220418/fromandroid-00f271014382b23cb177238d546368ce.jpg)
ilustrasi rumah (pixabay.com/ArtTower)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [PUISI] Menutup Telinga26 Apr 2022, 21:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Kerlipan Malam Fana26 Agu 2026, 07:07 WIB
[PUISI] Pohon yang Menolak Tumbang26 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Rumah Kosong26 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Panggung Pentas Pribadi25 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Mengapa Kami Harus Menjadi Normal?25 Agu 2026, 20:52 WIB
[PUISI] Seribu Duka25 Agu 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Stasiun yang Selalu Ditinggalkan25 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Menang atas Rasa Takutku25 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Jejak Kaki di Pesisir Pantai24 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Rekayasa Bahagia24 Agu 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Gelas Kosong yang Terjeda24 Agu 2026, 15:07 WIB
[PUISI] Sela Adab24 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Di Antara Luka dan Kemungkinan24 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Perahu Tanpa Pelabuhan23 Agu 2026, 07:07 WIB
[PUISI] Ketika Tawa Tumbuh Tanpa Alasan23 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Nisan Kecil22 Agu 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Desah Rumput Kering22 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Liturgi22 Agu 2026, 07:07 WIB
[PUISI] Hari Hujan Terakhir22 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Ingatan yang Memilihmu21 Agu 2026, 20:48 WIB