Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Petani yang Menunggu Hujan
ilustrasi petani (pexels.com/Pixabay)
  • Puisi menggambarkan petani yang mengolah ladang retak dan menanam benih di tengah musim yang belum mendukung.
  • Awan sempat menghadirkan harapan hujan, tetapi angin mengubah arahnya sebelum setetes air menyentuh bumi.
  • Petani meragukan musim dan menatap cakrawala; benih tetap di tanah, sementara harapan sulit tumbuh kembali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sinar pagi jatuh di atas tanah retak
Cangkul kembali menyentuh ladang
Benih telah lama kutitipkan
Pada musim yang belum berpihak

Awan berkumpul di kejauhan
Membawa harap yang nyaris utuh
Namun angin mengubah arahnya
Sebelum setetes pun menyentuh bumi

Aku mulai meragukan musim
Bukan tenaga yang telah kuberi
Melainkan langit yang terus diam
Seolah lupa pada ladang ini

Kini aku hanya memandang cakrawala
Mencari hujan yang tak kunjung turun
Benih masih setia di dalam tanah
Hanya harap yang enggan tumbuh kembali

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team