Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Rihlah

pexels.com/arvid-knutsen
pexels.com/arvid-knutsen

Setiap perjalanan ajarkan bagaimana bersikap
Pada segala sajian kehidupan
Pertemuan menyisakan kenang
Satu ornamen rasa yang tidak tergandakan

Kesendirian melahirkan cinta
Pada apa saja yang membuka pintu-pintu imaji bahagia|
Yang tidak terdefinisikan indra
Asal muasal cinta perkara iman
Sebab tidak mampu dicapai ilmu pengetahuan

Rihlah menjadikan manusia pemulung kepingan diksi
Yang tidak mampu dicerna pada raga Muzzammil
Maka kita bijaksanalah dalam memaknai segala singgah
Hingga saatnya pulang pada Fajar dua puluh tujuh
Yaa ayyatuhannafsul muthmainnah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rivai Aay
EditorRivai Aay
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Perempuan dan Tubuhnya

10 Jan 2026, 22:36 WIBFiction
ilustrasi buku di reruntuhan gedung

[PUISI] Kata Paling Tabu

09 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi cahaya lilin dan bunga

[PUISI] Pulih dalam Sepi

08 Jan 2026, 15:07 WIBFiction
Ilustrasi sampai jumpa

[PUISI] Sampai Jumpa Besok

08 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi perempuan bersedih

[PUISI] Senandung Rindu

06 Jan 2026, 14:47 WIBFiction
ilustrasi seorang pria

[PUISI] Tetap Berdiri

06 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi seorang wanita yang membuka pintu

[PUISI] Pintu Tahun Baru

05 Jan 2026, 05:15 WIBFiction