Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Rindu Paling Syahdu

[PUISI] Rindu Paling Syahdu
gambar bunga di atas makam (pexels.com/Ivan S)

pada bunga-bunga yang kupesan
dari penjual bunga di minggu sore
kutitipkan peluk kecup timang
yang tak mampu lenganku rentangkan

dan doa-doa terlantun dari bibir yang gemetar
sayup-sayup dia menyapamu
barangkali kau mengenali siapa pemiliknya
atau barangkali kau kebingungan
sedang bunga-bunga yang kau terima
mengering begitu saja

meski, tak ada jumpa antara kita, manisku
percayalah bahwa doa-doaku
adalah rindu paling syahdu
yang kutitipkan Tuhan padamu
agar kau lelap dalam tidurmu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Semanis Madu

03 Apr 2026, 22:08 WIBFiction
[PUISI] Cerita Akhir Maret

[PUISI] Cerita Akhir Maret

03 Apr 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Jedalah Sejenak

[PUISI] Jedalah Sejenak

03 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Rumah Ternyaman

[PUISI] Rumah Ternyaman

03 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sebongkah Es

[PUISI] Sebongkah Es

03 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lahan Basah

[PUISI] Lahan Basah

02 Apr 2026, 22:22 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Pagi

[PUISI] Rahasia Pagi

02 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction