Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Ruang Menulis Sendiri
ilustrasi menulis (magnific.com/freepik)

Kubersenandung lirih di bilik sepi
Pena gulana kian kelam menari
Gemercik pancarona cuaca hati
Nirlaba bebas atensi dan afeksi

Diksi murni menghilir histeria internalku
Penat alami fluktuatif meramu ragu
Menerka batas tipis dwiwarna dunia
Merawat kontemplasi teritorial dan raga

Implementasi serat kayu beraksara frontal
Dari bibir bisu terpaku palu hakim sosial
Kini gaung tabiat lebih ringan tercerna
Dibanding membaca syair senandika

Keleluasaan yang sukma ini dapat ilhami
Terdidik rapi dalam sajak dan imaji
Enigma berulang yang terpahat historis
Ruang-ruang putih yang pahami diri sendiri

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team