Kubersenandung lirih di bilik sepi
Pena gulana kian kelam menari
Gemercik pancarona cuaca hati
Nirlaba bebas atensi dan afeksi
Diksi murni menghilir histeria internalku
Penat alami fluktuatif meramu ragu
Menerka batas tipis dwiwarna dunia
Merawat kontemplasi teritorial dan raga
Implementasi serat kayu beraksara frontal
Dari bibir bisu terpaku palu hakim sosial
Kini gaung tabiat lebih ringan tercerna
Dibanding membaca syair senandika
Keleluasaan yang sukma ini dapat ilhami
Terdidik rapi dalam sajak dan imaji
Enigma berulang yang terpahat historis
Ruang-ruang putih yang pahami diri sendiri
![[PUISI] Ruang Menulis Sendiri](https://image.idntimes.com/post/20260713/man-woman-working-from-home-together-desk-1_ffc5a1c8-25a6-4dc6-9ea3-ed2344b8f6f9.jpg)