Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Rumah Kayu

[PUISI] Rumah Kayu
ilustrasi malam (pexels.com/Chuck Johnson)

Di rumah kayu
Senandung dialog layu bertemu

Yang menjadikan tuan dan puan
lebih cepat gugur 

Sebab lara datang bertamu

Di sana ...

Tuan mengabdikan diri pada lara
yang diciptakan oleh mata puan sejak lama

Tuan merayu-rayu
Sebab rumah kayu sedang menunggu waktu

untuk menjadi lapuk dan dimakan rayap
Menyisakan getir dan ingatan yang meratap

Di sana ...
Di rumah kayu

Puan banyak bersenandung tentang riuh
Menghabisi tuan yang kini tinggal separuh

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rian septian
EditorRian septian
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Surat Cinta dari Bulan Februari

24 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hati

[PUISI] Kepada Hati

22 Feb 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Asa Tersisa

[PUISI] Asa Tersisa

22 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Buat Apa Bersuara?

[PUISI] Buat Apa Bersuara?

22 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Cangkir Biru

[PUISI] Cangkir Biru

20 Feb 2026, 13:48 WIBFiction