Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Rumah yang Belum Kutemukan
ilustrasi wanita yang sendirian (pexels.com/Thiago Alencar)

Kulihat teman merayakan cinta seindah-indahnya
Kulihat teman merasakan cinta dengan hangat
Kulihat teman memiliki seseorang yang dapat diandalkan
Seolah semesta selalu menyediakan tempat pulang bagi mereka

Kupikir memiliki diri sendiri sudah cukup
Sebab setiap yang datang akhirnya pergi tanpa pamit
Anehnya, bukan kepergian mereka yang kuhukum
Melainkan diriku sendiri

Sepi adalah teman baikku
Kuhapalkan mantra bahwa sepi bukan sesuatu yang menyedihkan
Aku belajar tetap tegak tanpa sandaran
Dan hati ini perlahan terbiasa dengan sunyi

Namun, ada hari ketika ombak datang terlalu keras
Tubuhku gemetar tanpa tempat bersandar
Angin menghantam hati yang susah payah kutenangkan
Tak ada tangan yang tinggal untuk mendekap

Dan ada hari ketika iri datang tanpa mengetuk
Saat mereka saling merayakan cinta
Memanggil seseorang sebagai rumah
Tempat segala lelah akhirnya pulang
Lalu benakku diam-diam bertanya
Apakah suatu hari akan ada yang menyebutku rumah?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team