Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Rumah yang Ditinggalkan Laut
ilustrasi rumah (unsplash.com/Annie Spratt)

Di tepi laut, sebuah rumah menua dalam hujan

Dindingnya lembap memeluk sunyi yang panjang

Pintu yang dulu terbuka kini menyimpan kehilanga

Dan angin membawa pulang suara yang tak lagi datang

Di halaman, bunga-bunga gugur satu per satu

Kelopaknya hanyut bersama air yang dingin

Tak sempat diselamatkan sebelum musim berlalu

Meninggalkan akar yang mencengkeram tanah dengan getir

Dari balik jendela, laut terus mengirim gelombang

Setiap ombak membawa kembali nama yang dikuburkan

Semakin jauh kenangan hendak ditenggelamkan

Semakin dalam ia berakar di dasar ingatan

Di dalam rumah, jam tua masih menghitung waktu

Kursi kosong menghadap pintu yang tak terbuka

Debu menutupi jejak-jejak yang pernah berlalu

Sementara luka tumbuh diam-diam menjadi penyesalan

Kini laut perlahan mendekap rumah hingga karam

Bunga terakhir jatuh sebelum sempat mekar kembali

Namun ada yang tak ikut tenggelam bersama malam

Kesadaran bahwa yang telah dihancurkan tak selalu bisa diperbaiki

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team