Di tepi laut, sebuah rumah menua dalam hujan
Dindingnya lembap memeluk sunyi yang panjang
Pintu yang dulu terbuka kini menyimpan kehilanga
Dan angin membawa pulang suara yang tak lagi datang
Di halaman, bunga-bunga gugur satu per satu
Kelopaknya hanyut bersama air yang dingin
Tak sempat diselamatkan sebelum musim berlalu
Meninggalkan akar yang mencengkeram tanah dengan getir
Dari balik jendela, laut terus mengirim gelombang
Setiap ombak membawa kembali nama yang dikuburkan
Semakin jauh kenangan hendak ditenggelamkan
Semakin dalam ia berakar di dasar ingatan
Di dalam rumah, jam tua masih menghitung waktu
Kursi kosong menghadap pintu yang tak terbuka
Debu menutupi jejak-jejak yang pernah berlalu
Sementara luka tumbuh diam-diam menjadi penyesalan
Kini laut perlahan mendekap rumah hingga karam
Bunga terakhir jatuh sebelum sempat mekar kembali
Namun ada yang tak ikut tenggelam bersama malam
Kesadaran bahwa yang telah dihancurkan tak selalu bisa diperbaiki
![[PUISI] Rumah yang Ditinggalkan Laut](https://image.idntimes.com/post/20260911/1000123836_aa8f199a-c089-480f-9397-5384cc299655.jpg)